Kam. Mar 23rd, 2023

Kuningan, MI.id – Berbanding terbalik dengan pajak hiburan yang menghibur karena sudah mencapai target, maka  Pajak Daerah Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Kabupaten Kuningan, memble.

Ironisnya, meski jauh dari realisasi penerimaan, justru target dinaikan dari Rp. 10 Miliar mejadi Rp.15 Miliar, pada realisasinya baru Rp.1,78 Miliar.

Hal itu berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Kabupaten Kuningan hingga 13 September 2022 lalu.

Kepala BAPPENDA Kab. Kuningan, Guruh Irawan Zulkarnaen, S.STP, M.Si melalui Kabid Pendapatan 1, Curahman, SE mengakui pendapatan dari MBLB memang dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan yang signifikan.

Dari data yang diperoleh mediaidentitas.id, terget perubahan MBLB sebesar Rp.15 Miliar, sementara target sebelumnya Rp.10 Miliar. Pada sisi lain realisasi penerimaan hingga 13 September 2022, baru mencapai Rp.1,72 Miliar atau 11%. Ia pun mengaku berat untuk mencapai target tersebut, tapi akan terus berupaya.

“Tahun ini dari dari target Sepuluh Miliar rupiah baru masuk Satu miliar tuh ratus dua puluh juta rupiah, namun kita akan terus berupaya untuk mencapai target tersebut” jelas Curahman di ruang kerjanya, Rabu (14/9/2022)

Baca juga :

Terkait adanya perubahan target dari Rp.10 Miliar menjadi Rp.15 Miliar, padahal capaiannya hanya Rp.1,72 Miliar atau 11,47% itu mendapat sorotan dari Pemerhasi Sosial Politik di Kabupaten Kuningan, Sandy Galuh Kartanegara atau Boy Sandy.

Ia mengungkapkan perubahan target dikala target awal tidak tercapai itu irasional. Anggota Komunitas Pajak ini justru meminta Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kuningan untuk menurunkan target.

“Seharusnya target MBLB diturunkan, bukan dinaikkan, karena tidak akan tercapai,” terang dia.

Sementara itu, Sekretaris BAPPENDA Kuningan, Diding Wahyudin, S.Pd, M.Si ketika diminta tanggapannya, terkait masih banyak target pajak daerah yang belum tercapai, menyebut akan terus berupaya karena sudah menjadi tugas intansinya. “Kita akan berupaya terus hingga akhir tahun ini untuk mencapai target,” ucap dia, Rabu (14/9).

Berikut relisasi Pajak Daerah tahun 2022 hingga 13 September 2022

  1. Pajak Hotel target perubahan Rp.4,838 Miliar realisasi Rp.2,884 Miliar atau 59,64%;
  2. Pajak Restoran target perubahan Rp.9,85 Miliar realisasi Rp.6,73 Miliar (68,42%)
  3. Pajak Hiburan target perubahan Rp.1,40 Miliar realisasi Rp.1,15 Miliar (82,20%)
  4. Pajak Reklame target perubahan Rp.3,75 Miliar realisasi Rp.2,304 Miliar (61,44%)
  5. Pajak Penerangan Jalan (PPJ) target Rp.26,25 Miliar realisasi Rp.18,41 Miliar (70,16%)
  6. Pajak Parkir target perubahan Rp. 450 Juta realisasi Rp.250,29 Juta (64,51%)
  7. Pajak Air Tanah taget Rp.500 Juta realisasi Rp.112,91 Juta (11,47%)
  8. Pajak Minieral Bukan Logam dan Mineral target perubahan Rp.15 Miliar sebelumnya Rp10 Miliar, realisasi Rp.1,720 Miliar (11,47%);
  9. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) target Rp 35 Miliar, sebelumnya Rp.34 Miliar, realisasi Rp.32,663 Miliar (93,32%)
  10. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), target Rp.16,00 Miliar realisasi Rp.11,708 Miliar (73,18%) (tan)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *