Kam. Mar 23rd, 2023

Kuningan, MI.id – Dinas  Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola dan pengurus koperasi.

Salah satunya dengan pelatihan peningkatan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas dan kompetensi SDM bagi pengelola dan pengurus koperasi. Kegiatan yang diikuti oleh 65 oleh peserta itu berlangsung di Grage Sangkan Hotel kawasan wisata Sangkanurip, Kabupaten Kuningan, Rabu – Kamis, 7 – 8 Desember 2022 lalu.

Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan Uu Kusmana, S.Sos, M.Si melalui Sekdis Dra. Hj. Sri Soenarsih, M.Pd berharap koperasi di Kabupaten Kuningan menjadi role model koperasi modern dalam tata kelola manajemen koperasi yang profesional dan mandiri.

Baca juga :

Ke depan, imbuh Uu Kusmana diharapkan koperasi mampu menjadi agregator dan akselerator usaha UMKM dan anggota, semakin keren, lebih profesional dan terus dimodernisasi.

Ia mengutarakan, secara nasional fokus kegiatan pemberdayaan koperasi saat ini menyasar sektor riil, sebagai sektor yang memiliki koefisien tumbuh tinggi dan potensi nilai tambah yang besar.

“Hal ini tentunya membutuhkan kolaborasi multi pihak, supaya koperasi dapat bergerak diberbagai sektor usaha dan tumbuh besar dari hulu ke hilir.” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi, H. Nono Supriatna, S.Sos., M.Si menyampaikan, tata kelola koperasi di Kuningan saat ini harus menjadi koperasi yang terus berkembang dan maju.

Pserta pelatihan peningkatan kapasitas SDM koperasi di Grage Sangkan Hotel, kawasan wisata Sangkanurip, Kabupaten Kuningan, Rabu (7/12/2022)

Dari pelatihan itupun diharapkan adanya peningkatan kemampuan penataan kelembagaan, SDM, management, tatalaksana dan bisnis serta usahanya. “Koperasi juga harus terus berinovasi dengan bertranformasi ke era digital, seperti toko online koperasi, akuntansi terintegrasi, anggota terintegrasi, dan lain-lain, sehingga pengelolaan koperasi menjadi lebih mudah, aman, murah dan cepat.

Wakil Bupati Kuningan, H,H Ridho Suganda, SH, M.Si berharap pelatihan modernisasi perkoperasian itu akan memberikan dampak besar, jikja peserta pelatihan dapat mengaplikasikan dalam tata keloka koperasi yang baik (good cooperative governance/GCG).

Dalam GCG, prinsip-prinsip koperasi harus diterapkan dalam suatu proses dan mekanisme pengelolaan koperasi berlandaskan peraturan perundang-undangan dan etika bisnis.

Dalam pelatiahan itu materi disampaikan oleh tenaga ahli perkoperasian, profesional dan akademisi yakni  lham Nasai, S.Sos., M.AP, Direktur Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian Indonesia (LSP2I), nis Saadah, S.Sos, Founder And Ceo Innocircle Initiatives, dan Dr. Merdi Hajiji, SE, MM, MH, M.Si, Direktur Pusat Inkubator Bisnis STIE Dharma Negara. (tan)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *